ASKEP PADA BAYI BBLR
ABSTRAK
The purpose of this study was to to
explore mothers experience in caring for preterm infants who had been treated
in the NICU in Bengkulu. This study used a qualitative design with in
depth interviews using open ended questions as a guide. The study was conducted
in a patients home in a fairly comfortable space. The sample consisted of five
mothers. Data were analyzed using Collaizi method. The results obtained are six
themes, namely the mothers description of the characteristics of preterm
infants, the cause of preterm birth, the mothers experience in preterm baby
care at home, the support the mother receives in preterm infant care, mothers
self-coping in the care of preterm infants and reactions mother during caring
for preterm baby. The conclusion that can be taken is that mothers experience
in caring for preterm baby who had been treated in NICU room of Bengkulu City
should be able to pay attention to some obstacles or challenges that need to be
considered during home treatment. In general, the mother is able to pass a
period of sadness and grief in treating preterm infants or low birth weight.
Keywords:Phenomenology, Mothers
Experience,Preterm.
ASUHAN
KEPERAWATAN PASIEN DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH
A. TINJAUAN
TEORI
I. Defenisi
Berat
badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat badan 2500 gram atau kurang
pada saat lahir, bayi baru lahir ini dianggap mengalami kecepatan pertumbuhan
intrauterine kurang dari yang diharapkan atau pemendekan periode gestasi
(Bobak, 2004).
Berat
badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang atau
sama dengan 2500 gram (Surasmi, 2003).
Berat
Badan Bayi Rendah (BBLR) merupakan bayi (neonatus) yang lahir dengan memiliki
berat badan kurang dari 2500 gram atau sampai dengan 2499 gram (Hidayat, 2005).
Klasifikasi
BBLR :
1. Klasifikasi
berdasarkan Berat badan:
a) a. Bayi
berat badan sangat rendah,yaitu bayi yang lahir dengan berat badan
kurang dari 1000 gram.
b) b. Bayi
berat badan lahir sangat rendah ,yaitu bayi yang lahir dengan berat badan
kurang 1.500 gram
c) c. Bayi
berat badan lahir cukup rendah ,yaitu bayi yang lahir dengan berat badan
1501-2500 gram
2. Klasifikasi
berdasarkan umur kehamilan :
a) Bayi
prematur adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan belum mencapai 37 minggu
b) Bayi
cukup bulan adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 38-42 minggu.
c) Bayi
lebih bulan adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan lebih dari 42 minggu
3. Klasifikasi
berdasarkan umur kehamilan dan berat badan:
a) Bayi
kecil untuk masa kehamilan (KMK)/small-for-gestational-age(SGA) adalah Bayi
yang lahir dengan keterlambatan pertumbuhan intra uteri dengan berat badan
terletak dibawah persentil ke-10 dalam grafik pertumbuhan intra-uteri.
b) Bayi
sesuai dengan masa kehamilan (SMK)/appropriate-for-gestational-age(AGA). Bayi
yang lahir dengan berat badan sesuai dengan berat badan untuk masa
kehamilan,yaitu berat badan terletak antara persentil ke-10 dan ke-90 dalam
grafik pertumbuhan intra –uterin.
c) Bayi
besar untuk masa kehamilan/large-for-gestational-age(LGA). Bayi yang lahir
dengan berat badan lebih untuk usia kehamilan dengan berat badan terletak
diatas persentil ke-90 dalam grafik pertumbuhan intra-uteri
Berdasarkan
pengelompokan tersebut atas,BBLR dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
1. Bayi
Prematur
Adalah
bayi lahir pada umur kehamilan kurang dari 37 minggu dengan berat badan sama dengan atau kurang dari 2.500 gram.
Tanda-tanda
Bayi Premature :
a. Panjang
badan kurang dari atau sama dengan 46 cm
b. Panjangnya
kuku belum melewati ujung jari
c. Lingkar
kepala kurang dari atau sama dengan 33 cm
d. Lingkar
dada kurang dari atau sama dengan 30 cm
e. Rambut
lanugo masih banyak
f. Jaringan
subkutan tipis atau kurang
g. Tulang
rawan daun telinga belum sempurna pertumbuhannya
h. Tumit
mengkilap,telapak kaki halus
i. Pada
wanita labia mayora belum menutupi labia minora, pada bayi laki-laki
testis belum turun
Penyebab
kelahiran Prematur :
a. Faktor
Ibu
1) Toksemia
gravidarum,yaitu preeklamsi dan eklamsi
2) Kelainan
bentuk uterus (uterus bikornis, inkompeten serviks)
3) Tumor(mioma
uteri, s istoma)
b. faktor
janin
1) Kehamilan
ganda
2) Hidramnion
3) Ketuban
pecah dini
4) Infeksi
(rubeolla, sifillis,toksoplasmosis
5) Insufisiensi
plasenta
c. Faktor
Plasenta :
1) Plasenta
previa
2) Solusio
plasenta
Penyulit
yang dapat terjadi :
a. Hipotermi
b. Sindrom
gawat nafas
c. Hipoglikemia
d. Perdarahan
intra cranial
e. Rentan
terhadap infeksi
f. Hiperbilirubinemia
g. Kerusakan
integritas kulit
2. Bayi
Dismatur
Dismaturitas
adalah Bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari berat badan yang
seharusnya untuk masa kehamilan.yaitu berat badan di bawah persentil 10 pada
kurva pertumbuhan intra uteri, biasa disebut dengan bayi kecil untuk masa
kehamilan (KMK/AGA).
Tanda-tanda
Bayi Dismatur :
a. Panjang
badan lebih dari 45 cm, berat badan lebih dari 2.500 gram
b. Kulit
kering dan keriput
c. Rambut
panjang dan banyak
Fakto
yang menyebabkan gangguan pertumbuhan intra uterin meliputi:
a. Faktor
Janin : Infeksi kronis, Kelalinan congenital
b. Faktor
plasenta : Berat plasenta kurang, Plasentitis vilus, Infark tumor.
c. Faktor
ibu : Pre eklamsi, Hypertensi, Kelainan pembuluh darah.
Stadium
Bayi Dismatur :
a. Stadium
pertama : Bayi tampk kurus dan lebih panjang, Kering seperti
perkamen,tetapi beklum terdapat noda mekonium.
b. Stadium
kedua : Bayi tampk kurus dan lebih panjang, Kering seperti perkamen,tetapi
beklum terdapat noda mekonium, Kehijauan pada kulit plasenta dan umbilicus.
c. Stadium
ketiga : Bayi tampk kurus dan lebih panjang, Kering seperti perkamen,tetapi
beklum terdapat noda mekonium, Kehijauan pada kulit plasenta dan umbilicus,
Kulit, kuku , tali pusat berwarna kuning
Masalah
yang dapat terjadi :
a. Syndrom
aspirasi mekonium
b. Hipoglikemia
simtomatik
c. Penyakit
membran hialin
d. Hiperbilirubinemia
II. Etiologi
Terjadinya
lahir prematur / BBLR pada bayi disebabkan
oleh berbagai macam faktor diantaranya :
1. Faktor
Ibu
a. Penyakit
yang berhubungan langsung dengan kehamilan
b. Usia
c. Keadaan
Sosial Ekonomi
d. Faktor
lain
2. Faktor
Janin
3. Faktor
Uterus dan Plasenta
III. Patofisiologi
Berat
badan lahir rendah dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, faktor ibu,
faktor janin dan faktor lingkungan. Faktor ibu meliputi penyakit yang diderita
ibu, usia ibu saat hamil kurang dari 16 tahun atau lebih dari 35 tahun, keadaan
sosial ekonomi. Faktor janin meliputi hidramnion, kehamilan ganda, kelainan
kromosom. Faktor lingkungan meliputi tempat tinggal, radiasi, dan zat- zat beracun.
Dimana faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan
janin dalam rahim sehingga mengalami gangguan dan suplai makanan ke bayi jadi
berkurang. Hal tersebut dapat mengakibatkan bayi lahir prematur atau dismatur
dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram. Jika hal tersebut terjadi, maka
bayi dituntut untuk beradaptasi pada kehidupan ekstrauterin sebelum organ dalam
tubuhnya berkembang secara optimal.
IV. Manifestasi
Klinik
Tanda dangejala yang
dijumpai pada Bayi Berat Lahir Rendah antara lain :
1.
Berat Badan Kurang dari
2.500 gram, panjang badan kurang dari 45
cm, lingkar kepala kurang dari 33 cm,
lingkar dada kurang dari 30 cm.
2.
Masa gestasi kurang
dari 37 minggu.
3.
Kepala lebih besar
dari badan.
4.
Lanugo (bulu halus )
banyak terutama pada dahi, pelipis, telinga
dan lengan
5.
Lemak sub kutan
kurang.
6.
Ubun – ubun dan sutura
melebar
7.
Genitalia belum
sempurna, labia minora belun tertup oleh
labia mayora (pada wanita) pada pria testis
8.
Pembuluh darah kulit
banyak terlihat peristaltik usus dapat terlihat.
9.
Rambut halus dan
tipis.
10. Banyak
tidur dan tangis lemah.
11. Kulit
tampak mengkilat dan licin
12. Pergerakan
kurang dan lemah.
13. Refleks
tonus leher lemah, refleks isap kurang,
refleks menelan kurang dan refleks batuk
masih lemah.
V. Pemeriksaan Diagnostik
1. Jumlah
sel darah putih : 18.000/mm3, netrofil meningkat sampai 23.000-24.000/mm3,
hari pertama setelah lahir (menurun bila ada sepsis ).
2. Hematokrit
( Ht ) : 43%- 61 % ( peningkatan sampai 65 % atau lebih menandakan polisitemia,
penurunan kadar menunjukkan anemia atau hemoragic prenatal/perinatal).
3. Hemoglobin
(Hb) : 15-20 gr/dl (kadar lebih rendah berhubungan dengan anemia atau hemolisis
berlebihan ).
4. Bilirubin
total : 6 mg/dl pada hari pertama kehidupan, 8 mg/dl 1-2 hari, dan 12 mg/dl
pada 3-5 hari.
5. Destrosix
: tetes glukosa pertama selama 4-6 jam pertama setelah kelahiran
rata-rata 40-50 mg/dl meningkat 60-70 mg/dl pada hari ketiga.
6. Pemantauan
elektrolit ( Na, K, Cl ) : biasanya dalam batas normal pada awalnya.
7. Pemeriksaan
Analisa gas darah.
VI. Pencegahan
dan Pengobatan
Pencegahan :
Pada kasus bayi berat
lahir rendah (BBLR) pencegahan/ preventif adalah langkah yang penting. Hal-hal
yang dapat dilakukan :
1. Meningkatkan
pemeriksaan kehamilan secara berkala minimal 4 kali selama kurun kehamilan dan
dimulai sejak umur kehamilan muda. Ibu hamil yang diduga berisiko, terutama
faktor risiko yang mengarah melahirkan bayi BBLR harus cepat dilaporkan,
dipantau dan dirujuk pada institusi pelayanan kesehatan yang lebih mampu.
2. Penyuluhan
kesehatan tentang pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, tanda tanda
bahaya selama kehamilan dan perawatan diri selama kehamilan agar mereka dapat
menjaga kesehatannya dan janin yang dikandung dengan baik.
3. Hendaknya
ibu dapat merencanakan persalinannya pada kurun umur reproduksi sehat (20-34
tahun).
4. Perlu
dukungan sektor lain yang terkait untuk turut berperan dalam meningkatkan
pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga agar mereka dapat meningkatkan akses
terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal dan status gizi ibu selama hamil.
Pengobatan :
1. Terapi
Karena belum
sempurnanya kerja alat-alat tubuh yang perlu untuk pertumbuhan dan perkembangan
serta penyesuaian diri dengan lingkungan perlu diperhatikan :
a. Pengaturan
suhu badan bayi prematuritas/ BBLR. Bayi
prematuritas dengan cepat akan kehilangan panas badan dan menjadi hipotermi,
karena pusat pengaturan panas badan belum berfungsi dengan baik, metabolismenya
rendah, permukaan badan relatif luas. Oleh karena itu bayi prematuritas harus
dirawat di dalam inkubator sehingga panas badannya mendekati dalam rahim.
Dengan pengaturan suhu pada bayi dengan berat badan di bawah 2 kilogram dengan
suhu inkubator 35°C, bayi dengan berat badan 2-2,5 kilogram dengan suhu
inkubator 34°C, suhu inkubator diturunkan 1°C setiap minggu sampai bayi dapat
ditempatkan pada suhu lingkungan kurang lebih 24-27°C.
b. Makanan
bayi premature
Alat pencernaan bayi
prematur masih belum sempurna, lambung kecil, enzim pencernaan belum matang,
sedangkan kebutuhan protein 3-5 gram/kgBB dan kalori 110 kal/kgBB, sehingga
pertumbuhannya dapat meningkat. Pemberian minum bayi sekitar 3 jam setelah
lahir dan didahului dengan mengisap cairan lambung. Refleks mengisap masih
lemah, sehingga pemberian minum sebaiknya sedikit demi sedikit, tetapi dengan
frekuensi yang lebih sering.
ASI merupakan makanan
yang paling utama, sehingga ASI lah yang paling dahulu diberikan. Bila faktor
mengisapnya kurang maka ASI dapat diperas dan diminumkan dengan sendok
perlahan-lahan atau dengan memasang sonde menuju lambung. Permulaan cairan yang
diberikan sekitar 50-60 cc/kgBB/hari dan terus dinaikkan sampai mencapai
sekitar 200 cc/kgBB/hari.
c. Menghindari
infeksi
Bayi prematuritas mudah
sekali terkena infeksi, karena daya tahan tubuh yang masih lemah, kemampuan
leukosit masih kurang, dan pembentukan antibody belum sempurna. Oleh karena
itu, upaya preventifsudah dilakukan sejak pengawasan antenatal sehingga
tidak terjadi persalinan prematuritas (BBLR). Dengan demikian perawatan dan
pengawasan bayi prematuritas sebaiknya secara khusus dan terisolasi dengan
baik.
2. Tindakan
medik
a. Intubasi
Dilakukan pada bayi
prematur dengan berat badan lahir rendah yang mengalami pernafasan periodik
yang berat serta mengalami serangan apnea yang menetap.
b. Oksigen
tambahan
Tujuan pemberian
oksigen tambahan untuk mengatasi hipoksemia, dalam pemberian oksigen tambahan
harus dilakukan secara hati-hati karena tekanan oksigen yang tinggi di dalam
arteri bayi prematur merupakan faktor penting dalam menyebabkan retinopati
prematuritas.
DAFTAR
PUSTAKA
Rudi. 2012.
Askep BBLR.http://perawatku.blog.unsoed.ac.id/2012/05/10/askep-bblr/,
Mitayani.
2009. Asuhan Keperawatan Maternitas. Jakarta: Salemba Medika.
Doenges,
M.E. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Jakarta: EGC.
Sowden Betz Cicilia.
2002. Keperawatan Pediatric. Jakarta: EGC.
K,
Deswani. 2012.Panduan Praktik Klinis dan Laboratotium Keperawatan Maternitas. Jakarta:
Salemba Medika
http://deshowmustgoon.blogspot.com/2012/05/asuhan-keperawatan-bayi-berat.html
Padila, P., Amin, M., & Rizki, R. (2018). Pengalaman Ibu
dalam Merawat Bayi Preterm yang Pernah dirawat di Ruang Neonatus Intensive Care
Unit Kota Bengkulu. Jurnal Keperawatan Silampari, 1(2), 1-16.
https://doi.org/https://doi.org/10.31539/jks.v1i2.82
Komentar
Posting Komentar