KONSEP KEPERAWATAN MATERNITAS
BAB 1
LANDASAN
TEORI
1.1. Latar
Belakang
Keperawatan
maternitas merupakan pelayanan keperawatan profesional yang ditujukan kepada
wanita usia subur yang berkaitan dengan masa diluar kehamilan, masa kehamilan,
masa melahirkan, masa nifas sampai enam minggu, dan bayi yang dilahirkan sampai
berusia 40 hari beserta keluarganya. Pelayanan berfokus pada pemenuhan
kebutuhan dasar dalam melakukan adaptasi fisik dan psikososial dengan
menggunakan pendekatan proses keperawatan. (CHS/KIKI, 1993)
Asuhan
keperawatan yang diberikan bersifat holistik dengan selalu menghargai klien dan
keluarganya serta menyadari bahwa klien dan keluarganya berhak menentukan
perawatan yang sesuai untuk dirinya. Kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan
advokasi dan mendidik WUS dan melakukan tindakan keperawatan dalam mengatasi
masalah kehamilanpersalinan dan nifas, membantu dan mendeteksi
penyimpangan-penyimpangan secara dini dari keadaan normal selama kehamilan
sampai persalinan dan masa diantara dua kehamilan, memberikan konsultasi
tentang perawatan kehamilan, pengaturan kehamilan, membantu dalam proses
persalinan dan menolong persalinan normal, merawat wanita masa nifas dan bayi
baru lahir sampai umur 40 hari menuju kemandirian, merujuk kepada tim kesehatan
lain untuk kondisi-kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
1.2. Rumusan
Masalah
1.
Untuk mengetahui konsep keperawatan maternitas
2.
Untuk mengetahui trend dan issu keperawatan maternitas
1.3. Tujuan
Penulisan
Agar mahasiswa tahu konsep keperawatan maternitas dan ternd dan issu
keperawatan maternitas yang ada di indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Konsep
Keperawatan Maternitas
1.1.
Pengertian
Keperawatan
Maternitas merupakan persiapan persalinan serta kwalitas pelayanan kesehatan
yang dilakukan dan difokuskan kepada kebutuhan bio-fisik dan psikososial dari
klien, keluarga , dan bayi baru lahir. (May & Mahlmeister, 1990).
Keperawatan Maternitas merupakan sub system dari pelayanan kesehatan dimana
perawat berkolaborasi dengan keluarga dan lainnya untuk membantu beradaptasi
pada masa prenatal, intranatal, postnatal, dan masa interpartal. (Auvenshine
& Enriquez, 1990). Keperawatan Maternitas merupakan pelayanan professional
berkwalitas yang difokuskan pada kebutuhan adaptasi fisik dan psikososial ibu
selama proses konsepsi / kehamilan, melahirkan, nifas, keluarga, dan bayi baru
lahir dengan menekankan pada pendekatan keluarga sebagai sentra pelayanan.
(Reede, 1997)
1.2. Trend Keperawatan Maternitas
Pada
masyarakat yang menuju ke arah moderen, terjadi peningkatan kesempatan untuk
meningkatkan pendidikan yang lebih tinggi, peningkatan pendapatan dan
meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hukum dan menjadikan masyarakat
lebih kritis. Kondisi itu berpengaruh kepada pelayanan kesehatan dimana
masyarakat yang kritis menghendaki pelayanan yang bermutu dan diberikan oleh
tenaga yang profesional. Keadaan ini memberikan implikasi bahwa tenaga
kesehatan khususnya keperawatan dapat memenuhi standart global internasional
dalam memberikan pelayanan kesehatan/keperawatan, memiliki kemampuan
professional, kemampuan intelektual dan teknik serta peka terhadap aspek social
budaya, memiliki wawasan yang luas dan menguasi perkembangan Iptek. .
Menyadari
peran profesi keperawatan yang masih rendah dalam dunia kesehatan akan berdampak
negatif terhadap mutu pelayanan kesehatan bagi tercapainya tujuan kesehatan,
maka solusi yang harus ditempuh dalam keperawatan maternitas adalah:
a. Pengembangan pendidikan keperawatan.
Sistem
pendidikan tinggi keperawatan sangat penting dalam pengembangan perawatan
professional, pengembangan teknologi keperawatan, pembinaan profesi dan
pendidikan keperawatan berkelanjutan. Akademi Keperawatan merupakan pendidikan
keperawatan yang menghasilkan tenaga perawatan professional dibidang
keperawatan. Sampai saat ini jenjang ini masih terus ditata dalam hal SDM
pengajar, lahan praktik dan sarana serta prasarana penunjang pendidikan.
b. Memantapkan system pelayanan perawatan professional
Depertemen
Kesehatan RI sampai saat ini sedang menyusun registrasi, lisensi dan
sertifikasi praktik keperawatan. Selain itu semua penerapan model praktik
keperawatan professional dalam memberikan asuhan keperawatan harus segera di
lakukan untuk menjamin kepuasan konsumen/klien.
c. Penyempurnaan organisasi keperawatan
Organisasi
profesi keperawatan memerlukan suatu perubahan cepat dan dinamis serta
kemampuan mengakomodasi setiap kepentingan individu menjadi kepentingan
organisasi dan mengintegrasikannya menjadi serangkaian kegiatan yang dapat
dirasakan manfaatnya. Restrukturisasi organisasi keperawatan merupakan pilihan
tepat guna menciptakan suatu organisasi profesi yang mandiri dan mampu
menghidupi anggotanya melalui upaya jaminan kualitas kinerja dan harapan akan
masa depan yang lebih baik serta meningkat.
1.3. Peran Perawat
Peran perawat dalam keperawatan
maternitas menurut Reeder (1997):
a. Pelaksana
Perawat yang bekerja member asuhan keperawatan di tempat pelayanan
kesehatan.
b. Pendidik
Pendidik disini dapat sebagai dosen bagi pasien maupun perawat memberikan
pendidikan kepada klien.
c. Konselor
Perawat sebagai seorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan konseling
kepada klien, konselor bertanggung jawab memberikan layanan dan konseling
d. Role model bagi para ibu
Panutan bagi para ibu-ibu yang sedang menjalankan keperawatan
maternitas.
e. Role model bagi teman sejawat
Panutan sesama perawat atau saling bekerja sama antar paerawat.
f. Perumus masalah
Mengetahui masalah-masalah yang muncul pada pasien dan merumuskan
masalah tersebut.
g. Ahli keperawatan
Perawt harus ahli dalam melaksanakan tugas keperawatan.
1.4. Paradigma keperawatan Maternitas (Dasar Kep,Profesional H. Zaidin Ali)
1) Manusia
a) Memiliki karateristik biokimiawi, fisiologi
interpersonal dan kebutuhan dasar hidup yang selalu berkembamg.
b) Perkembangan terjadi melalui interaksi dengan orang
lain yang mampu memenuhi kebutuhan dirinya / membagi pengalamannya.
c) Kebutuhan manusia di organisasikan meliputi perilaku
serta berdasarkan pengalaman masa lalu.
d) Memiliki kehidupan yang seimbang sebagai sarana
pertahanan diri dan upaya mengurangi kecemasan akibat kebutuhan yang tak
terpenuhi.
2) Lingkungan
a. Merupakan
faktor eksternal yang berpengaruh terhadap perkembangan manusia.
b. Lingkungan
dapat membantu perawat dalam menjaga pola pertahanan tubuh terhadap penyakit.
c. Perawat
bertanggung jawab dalam tatanan pengobatan yang merupakan bagian dari
lingkungan fisik dan social.
d. Lingkungan
di bagi dalam 2 aspek yaitu :
ü Aspek
tekstruktur:
• Alat
• Terapi
• Aluran
ü Aspek tidak
tekstruktur:
Intraksi
antara perawat dengan klien dandengan lingkungan sekitar
3) Sehat
1) Merupakan
symbol perkembangan kepribadian dan yang berlangsung secara terus-menerus
menuju kehidupan yang kreatif.
2) Perilaku
sehat;perilaku pemenuhan kebutuhan kepuasan kesadaran diri dan integrasi
pengalaman , misalnya pengalaman sakit.
3) Manusia
sehat berarti manusia yang tidak memiliki ansietas/ketegangan.
4) Intervensi
keperawatan berfokus pada proses membina hubungan saling percaya guna
mengurangi ansietas.
4) Keperawatan maternitas
1) Keperawatan
maternitas merupakan suatu instrumen pendidikan yang memfasilitasi kebutuhan
ibu hamil, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir.
2) Aktivitas
keperawatan maternitas diserahkan untuk ibu hamil,dan bayi mencapai kesehatan
yang optimal.
3) Fokus
aktivitas keperawatan maternitas adalah masalah yang mencerminkan ruang lingkup
aktivitas keperawatan dan kemandarian dlam proses diagnosis,tindakan ( terapi )
,pendidikan riset
5. Tujuan keperawatan
1) Membantu
klien dalam mengatasi msalah reproduksi dalam mempersiapkan diri untuk kehamilan.
2) Memberi
dukungan agar ibu hamil memandang kehamilan sebagai pengalaman yang positif dan
menyenangkan.
3) Membantu
memberikan informasi yang adekuat untuk calon orang tua.
4) Memahami
social budaya klien.
5) Membantu
mendeteksi secara dini penyimpangan abnormal pada klien.
6. Model Konsep Keperawatan
Maternitas
1)
Melaksanakan kelas untuk pendidikan prenatal orang
tua.
2)
Mengikut serta keluarga dalam perawatan kehamilan,
persalinan, dan nifas.
3)
Mengikut sertakan keluarga dalam operasi.
4)
Mengatur kamar bersalin sepeti suasana rumah.
5)
Menjalankan system kunjungan tidak ketat.
6)
Pemulangan secepat mungkin.
7)
Karakteristik
Karakteristik
keperawatan maternitas yaitu:
a. Fokus kebutuhan
dasar
b. Pendekatan
keluarga
c. Tindakan
khusus dengan peran perawat.
d. Terjadi
interaksi
e. Kerja dalam
Tim.
8. Tatanan Pelayanan
Tatanan pelayanan keperawatan maternitas yaitu:
a. Rumah Sakit
b. Puskesmas
c. Rumah
bersalin
d. Komunitas
e. Polindes
1.5. Trend dan
Issue Keperawatan Maternitas
Perawatan
ibu hamil berfokus pada perawatan wanita hamil dan keluarganya pada seluruh
tahap kehamilan dan kelahiran, termasuk masa empat minggu pertama setelah bayi
lahir. Selama periode prenatal, perawat memberi perawatan pada ibu hamil dan
juga memberikan pendidikan kesehatan untuk membantu klien dan keluarganya dalam
menghadapi persalinan. Upaya yang dilakukan perawat ini berpotensi membuat
perbedaan yang signifikan, bukan saja dalam meningkatkan kesehatan ibu dan
bayinya, tetapi juga kesehatan masyarakat.
1. Trends dan Issue
keperawatan maternitas berbasis komunitas
Banyak kita
temui dimasyarakat ibu hamil maupun ibu nifas mengalami
kesulitan dalam merawat diri sendiri pada saat hamil maupun merawat
bayi setela melahirkan, sebagai seorang perawat yang berkompeten dalam bidang
maternitas kita wajib membantu kesulitan yang dialami oleh ibu hamil maupun ibu
nifas. Ada beberapa kesulitan yang dialami oleh para bumil maupun ibu nifas
diantaranya :
a. Ketidaktahuan
ibu hamil tentang makanan apa yang harus dikonsumsi pada saat hamil.
Langkah kongkrit yang harus kita
lakukan jika menemukan hak tersebut kita bisa melakukan kegiatan pendidikan
kesehatan mengenai makanan yang baik dikonsumsi ibu pada saat hamil.
b. Kebingungan
ibu nifas jika ASI tidak keluar
Masalah ini sangat sering menimpa
ibu dengan kelahiran anak pertama, kita disini sebagai perawat bisa membantu
ibu tersebut untuk mengeluarkan ASI nya salah satu caranya yaitu dengan
perawatan payudara dan pijat oksitosin.
2. Trend dan isuue
keperawatan maternitas tentang spesialisasi perawatan
Perkembangan era globalisasi yang menyebabkan keperawatan di Indonesia
harus menyesuaikan dengan perkembangan keperawatan di negara yang telah
berkembang banyak teknologi modern yang bisa membantu para petugas
kesehatan dalam mengiringi kehamilan serta persalinan pada ibu.
Tekhnologi dan
cara-cara baru yang berkembang saat ini adalah diantaranya :
1. Alat Kontrasepsi Implan Terbaru
UGM berhasil
menemukan alat kontrasepsi implant atau susuk KB generasi ke tiga yang
dinamakan Gestplan. Kelebihan alat kontresepsi ini bias bertahan hingga 7 tahun
di badingkan implant saat ini yang ber umur 5 tahun. Penemuan ini hasil dari
penelitian dari jurusan Farmatologi dan Toksikologi UGM. ( WWW.KOMPAS.COM )
2. Water Birth
Proses
persalinan atau proses melahirkan yang dilakukan di dalam air, manfaaatnya ibu
akan merasakan lebih relaks karena semua otot yang berkaitan dengan proses
persalinan menjadi lebih elastic. Metode ini juga akan mempermudah proses
mengejar sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan, di
dalam air proses proses pembukaan jalan lahir akan lebih cepat.
(http://id.wikepidia.org/wiki/persalinan_di_air )
3. USG ( Ultrasonografi ) 3D dan 4D
Alat USG (
Ultrasonografi ) 3D dan 4D adalah alat USG yang berkemampuan menampilkan gambar
3 dan 4 dimensi di teknologi ini janin dapat terlihat utuh dan jelas seperti
layaknya bayi yang sesungguhnya ( DrJudi Januadi Endjun S.pog ).
Alat USG ini
bahkan dapat memperlihatkan seluruh tubuh bayi berikut gerak- geriknya
teknologi 3 dan 4 dimensimenjadi pelengkap bila di duga janin dalam keadaan
tidak normal dan perlu di cari kelainan bawaannya seperti bibir sumbing,
kelaina pada jantung dan sebagainya. Secara lebih detail kelebihan USG (
Ultrasonografi ) 3D dan 4D ini pada janin dapat terbaca secara lebih akurat,
karena teknologi ini dikembangkan untuk meningkatkan ketepatan diagnosa.
4. Pil KB Terbaru
Pil KB
dengan dorspirenone merupakan pil KB terbaru yang memberikan perlindungan
kontrasepsi yang dapat diandalkan, dengan berbagai manfaat tambahan dalam suatu
kombinasi yang unik Pil Kb dengan dorspirenone adalah pil yang membuat
seseorang merasa lebih nyaman. Mengandung progestin baru dorspirenone yaitu
homon yang sangat menyerupai progesteron salah satu hormon dalam tubuh.
Dorspirenone mempunyai profil farmakologis yang sangat mirip dengan progesteron
alami dengan karateristik memiliki efek antimineralokortoid dan antiandrogenik
tidak memiliki aktifitas ekstrogenik, androgenik, glukortikoid dengan sifat
antineralokortikoid. Pil KB dengan dorspirenone dapat memberikan manfaat
tambahan yaitu tidak menaikkan berat badan, mengurangi gejala kembung, Haid
menjadi teratur, mengurangi nyeri haid, dan mengatur keluarnya darah haid,
tidak menaikan tekanan darah dengan androgennya. Pil KB dengan dorspirenone
dapat memberikan manfaat tambahan yaitu mengurangi jerawat, dan mempercantik
rambut dan kulit.
5. Robot akan digunakan untuk mengobati orang sakit
Diagnostik
ini robot akan menggunakan penelitian global untuk memberikan pendapat ahli,
beberapa dokter yang akan berani untuk diabaikan. Pelatihan medis akan beralih
dari apa yang orang tahu, untuk mendapatkan data yang akurat yang robot bisa
membuat keputusan, dan menyediakan “high-touch” dukungan emosional. Ahli bedah
akan selalu berada pada premium, bersama-sama dengan tangan-on wali yang akan
semakin berbasis masyarakat, dengan kualifikasi yang sangat khusus. Operasi
remote akan menjadi bagian rutin setiap pusat spesialis rutin. Batas antara
dokter dan perawat akan terus kabur sebagai perawat berwenang untuk membuat
lebih banyak keputusan. Akibatnya pelatihan perawat akan semakin panjang dan
perawat kelas atas akan lebih mahal.)
3. Trend dan issue keperawatan
maternitas tentang sistem pembayaran dan asuransi
Di Indonesia ada bermacam-macam
asuransi yang disediakan oleh pemerintah diantaranya :
a. Jampersal
Jaminan persalinan (khusus untuk ibu
melahirkan), Program Jaminan Persalian (Jampersal) adalah jaminan pembiayaan persalinan
yang meliputi pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas
termasuk pelayanan KB pasca persalinan dan pelayanan bayi baru lahir. Jampersal
diperuntukkan bagi seluruh ibu hamil yang belum memiliki jaminan persalinan.
Sasaran yang
dijamin Jampersal antara lain:
1) Ibu hamil
2) Ibu bersalin
3) Ibu nifas
(sampai 42 hari setelah melahirkan)
4) Bayi baru
lahir (sampai dengan usia 28 hari)
Adapun jaminan pembiayaannya meliputi :
1) Pemeriksaan
kesehatan
2) Pertolongan
persalinan
3) Pelayanan
nifas
4) Pelayanan KB
pasca persalinan
5) Pelayanan
bayi baru lahir
Peserta program Jampersal adalah
seluruh ibu hamil yang belum memiliki jaminan persalinan (tidak tertanggung di
dalam kepesertaan ASKES, Jamkesmas, Jamkesda, Jamsostek dan asuransi lainnya).
Pelayan yang didapat oleh peserta
Jampersal meliputi:
1. Pemeriksaan
kehamilan (ANC) sekurang-kurangnya 4 kali (1kali di trimester I, 1 kali di
trimester II, dan 2 kali di trimester III)
2. Persalinan
normal
3. Pelayanan
nifas normal
4. Pelayanan
bayi baru lahir normal
5. Pemeriksaan
kehamilan resiko tinggi
6. Pelayanan
pasca keguguran
7. Persalinan
per vaginam dengan tindakan emergensi dasar
8. Pelayanan
bayi baru lahir dengan tindakan emergensi dasar
9. Pemeriksaan
rujukan kehamilan pada kehamilan resiko tinggi
10. Penanganan
rujukan pasca keguguran
11. Penanganan
kehamilan ektopik terganggu (KET)
12. Persalinan
dengan tindakan emergensi komprehensif
13. Pelayanan
bayi baru lahir dengan tindakan emergensi komprehensif
14. Pelayanan KB
pasca persalinan
15. Pelayanan
Jampersal tidak mengenal batas wilayah, artinga peserta berhak mendapatkan
pelayanan dimanapun berada dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) /
Identitas diri lainnya
ü Masalah
1. Penyebab
angka kematian bayi masih tinggi
kematian
pada bayi disebabkan oleh penyakit menular seperti radang paru-paru, diare dan
malaria, Penyakit yang merenggut paling banyak korban jiwa adalah radang
paru-paru 18 persen, atau sebanyak 1,58 juta anak diare (15 persen, 1,34 juta)
dan malaria 8 persen, 0.73 juta anak.
2. Penyebab angka kelahiran bayi masih
tinggi
Penyebab angka kelahiran
bayi masih tinggi adalah pelayanan kesehatan yang semakin meningkat, kurangnya
pengetahuan masyarakat progam KB
3. Angka Kematian Ibu (AKI)
Angka
Kematian Ibu (AKI) tiap tahun atau dua ibu tiap jam meninggal oleh sebab yang
berkaitan dengan kehamilan, persalinan dan nifas (Depkes RI,Dirjen Binkesmas,
2004).Penyebab kematian ibu cukup kompleks, dapat digolongkan atas faktor-
factor reproduksi, komplikasi obstetrik, pelayanan kesehatan dan sosio-ekonomi.
Penyebab komplikasi obstetrik langsung telah banyak diketahui dan dapat
ditangani, meskipun pencegahannya terbukti sulit. Perdarahan sebagai penyebab
kematian ibu terdiri atas perdarahan antepartum dan perdarahan postpartum.
Perdarahan antepartum merupakan kasus gawat darurat yang kejadiannya masih
banyak dari semua persalinan, penyebabnya antara lain plasenta previa, solusio
plasenta, dan perdarahan yang belum jelas sumbernya (Chalik TMA, 1997). Secara
sempit, risiko obstetrik diartikan sebagai probabilitas kematian dari seorang
perempuan atau ibu apabila ia hamil. Indikator yang lebih kompleks adalah
adalah risiko seumur hidup (lifetime risk) yang mengukur probabilitas kematian
perempuan atau ibu sebagai akibat kehamilan dan persalinan yang dialaminya
selama hidup. Bila istilah pertama hanya mencantumkan kehamilan maka yang kedua
mempunyai dimensi yang lebih lebar yaitu kemampuan dan jumlah fertilitas.
Tingginya kematian ibu
sebagian besar disebabkan oleh timbulnya penyulit persalinan yang idak dapat
segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih mampu. Keterlambatan merujuk
disebabkan berbagai faktor seperti masalah keuangan, transportasi dsb. (Depkes
RI, Dirjen Yanmedik, 2005)
4. Penyakit Menular Seks
Penyakit menular seksual, atau PMS adalah
berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui
kontak seksual.. Kelompok remaja dan dewasa muda (15-24 tahun) adalah kelompok
umur yang memiliki risiko paling tinggi untuk tertular PMS, 3 juta kasus baru
tiap tahun adalah dari kelompok ini. Hampir seluruh PMS dapat diobati. Namun,
bahkan PMS yang mudah diobati seperti gonore telah menjadi resisten terhadap
berbagai antibiotik generasi lama. PMS lain, seperti herpes, AIDS, dan kutil
kelamin, seluruhnya adalah PMS yang disebabkan oleh virus, tidak dapat
disembuhkan. Beberapa dari infeksi tersebut sangat tidak mengenakkan, sementara
yang lainnya bahkan dapat mematikan. Sifilis, AIDS, kutil kelamin, herpes,
hepatitis, dan bahkan gonore seluruhnya sudah pernah dikenal sebagai penyebab
kematian. Beberapa PMS dapat berlanjut pada berbagai kondisi seperti Penyakit
Radang Panggul (PRP), kanker serviks dan berbagai komplikasi kehamilan.
Sehingga, pendidikan mengenai penyakit ini dan upaya-upaya pencegahan penting
untuk dilakukan.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Keperawatan
maternitas merupakan salah satu bentuk pelayanan keperawatan profesional yang
ditujukan kepada wanita pada masa usia subur (WUS) berkaitan dengan system
reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua kehamilan dan bayi baru
lahir sampai umur 40 hari, beserta keluarganya, berfokus pada pemenuhan
kebutuhan dasar dalam beradaptasi secara fisik dan psikososial untuk mencapai
kesejahteraan keluarga dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan.
Dalam
memberikan asuhan keperawatan diperlukan kebijakan umum kesehatan
(terintegrasi) yang mengatur praktek, SOP/standar operasi prosedur, etik dan
profesionalisme, keamanan, kerahasiaan pasien dan jaminan informasi yang diberikan.
Perawat memiliki komitmen menyeluruh tentang perlunya mempertahankan privasi
dan kerahasiaan pasien sesuai kode etik keperawatan, dan
dengan persetujuan dari pasien dan keluarga sesuai dengan kemampuan
sosial ekonomi masing- masing. Di indonesia masih rendah peran profesi
keperawatan maka dari itu , maka solusi yang harus ditempuh dalam
keperawatan maternitasuntuk tercapainya mutu pelayanan kesehatan yang yang
berdampak positif yaituPengembangan pendidikan keperawatan, Memantapkan
system pelayanan perawatan professional, Penyempurnaan organisasi
keperawatan.
3.2. Saran
Marilah kita
bersama- sama belajar dengan sungguh- sungguh di dalam dunia pendidikan tinggi
keperawatan supaya menghasilkan tenaga keperawatan professional yang
mampu mengadakan pembaharuan dan perbaikan mutu pelayanan/asuhan keperawatan,
serta penataan perkembangan kehidupan profesi keperawatan.
DAFTAR
PUSTAKA
· Ali,
Zaidin. 2002. Dasar- Dasar Keperawatan, Profesional. Widya Medika
: Jakarta.
· Candy.
(2 juli 2011). Issu dan trend keperawatan maternitas. Di peroleh 18 april 2013,
darihttp://candy-myblogger.blogspot.com/2011/07/issue-dan-trend-keperawatan-maternitas.html
· Deitra
Leonard Lowdermik, dkk. 1999. Maternity Nursing, fifth edition. St.Louis:
Mosby.
· Emily
Slone McKinney, dkk. 2000. Maternal-Child Nursing. W.B.Saunders Company.
· Pastakyu.
(22 januari 2010). Makalah keperawatan maternitas. Di peroleh 23 april 2013,
darihttp://pastakyu.wordpress.com/category/makalah-keperawatan-maternitas/
Komentar
Posting Komentar